New Videos from Youtube

Trailer - Sokola Rimba


Producer : Mira Lesmana
Sutradara : Riri Riza
Penulis : Riri Riza
Produksi : PT Miles Film

Sinopsis :

Indonesia Pasca Reformasi. Setelah hampir tiga tahun bekerja di sebuah lembaga konservasi di wilayah Jambi, Butet Manurung (Prisia Nasution) menemukan hidup yang diinginkannya: mengajarkan baca-tulis dan berhitung kepada anak-anak masyarakat Suku Anak Dalam, yang dikenal sebagai Orang Rimba, yang tinggal di hulu sungai Makekal di hutan bukit Duabelas. 

Suatu hari Butet terserang demam malaria di tengah hutan. Seorang anak tak dikenal datang menyelamatkannya. Nyungsang Bungo (Nyungsang Bungo) nama anak itu, berasal dari Hilir sungai Makekal, sekitar 7 jam perjalanan dari tempat Butet mengajar. Diam-diam Bungo telah lama memperhatikan ibu guru Butet mengajar membaca. 

Pertemuan dengan Bungo menyadarkan Butet untuk memperluas wilayah kerjanya ke arah hilir sungai Makekal. Keinginannya itu tidak mendapatkan restu baik dari tempatnya bekerja, maupun dari kelompok rombongan Bungo yang masih percaya bahwa belajar baca tulis bisa membawa malapetaka bagi mereka. 

Kecerdasan dan keteguhan hati Bungo membuat Butet mencari segala cara agar bisa tetap mengajar Bungo. Sampai saat malapetaka yang ditakuti oleh Kelompok Bungo betul-betul terjadi. Butet terpisahkan dari masyarakat Rimba yang dicintainya.


Trailer - Pantai Selatan


Producer : Gobind Punjabi
Sutradara : Chiska Doppert
Penulis : Alexander Harry Bonte
Produksi : Centra Film

Dalam keadaan hamil Lastri melarikan diri dari rumahnya karena dipaksa menikah oleh orangtuanya. Agus, calon suami, tak peduli dengan kondisi Lastri. Ia tetap ingin Lastri jadi istri keduanya. Lastri bersembunyi di goa Blorong, sebelum Agus dan teman-temannya menemukannya. 

Lastri yang menolak pulang dan memilih bunuh diri dengan cara terjun dari tebing jurang. Di lautan itu, seekor ular besar muncul dan mengeluarkan janin dari perut Lastri. Sang ular besar adalah penguasa goa Blorong. Ia asuh anak Lastri hingga besar. Larasati namanya. 

Larasati meninggalkan goa ketika dewasa. Kecantikannya menggoda anak-anak muda. Namun mereka justru menjadi korban Larasati. Larasati telah menjelma menjadi titisan dewi ular. Saat membunuh salah satu penggodanya, Aryo menyaksikan kejadian tersebut. Wajah Larasati yang mirip Lastri membuat Aryo berani mendekati gadis ini. Ia juga ceritakan misteri kematian ibunya. Dendam Lastri membuncah. Ia menuntut balas dan keadilan atas kematian ibunya. Agus dan kawan-kawan sasarannya. 

Tasya, wartawan, tertarik dengan serangkaian kematian misterius. Rasa penasaran Tasya mempertemukannya dengan Larasati. Tasya juga membantu menemukan laki-laki misterius yang telah menghamili Lastri. Nama laki-laki itu tersimpan tak diketahui sampai lastri bunuh diri.

Traler - Romantini


Producer : Didi Mukti, Sumarsono dan Nurmi Pandit
Sutradara : Monty Tiwa
Penulis : N. Ivander Tejakusumana, Monty Tiwa dan Sumarsono
Produksi : E-Motion Entertainment dan OneUser Grup

Kartini adalah seorang biduan organ tunggal yang kerap ditanggap di acara kondangan di kampungnya. Ketika menikah dengan Rahman, supir bus antar kota , Kartini bersedia untuk tinggal di Ibu kota besama sang suami. Penuh dengan mimpi dan janji akan kehidupan yang lebih baik, Kartini menyimpan sejuta harapan di Jakarta. 

Empat belas tahun berlalu, mimpi untuk hidup lebih baik tidak kunjung tiba. Rahman yang kini sudah menganggur, jarang pulang ke rumah. Pelangi, putri satu-satunya mereka, tumbuh menjadi gadis remaja yang introvert dan anti sosial. Dan Kartini harus bekerja menjadi pemandu lagu di sebuah klub karaoke sekaligus menerima upah cucian untuk penghuni rusun tempatnya mengontrak. 
Saat pulang ke rumah, Rahman hanya bisa merongrong Kartini untuk uang. Dan suatu kali, Rahman mencuri uang istrinya yang seharusnya digunakan untuk membayar kontrakan demi sebuah motor, yang menurut Rahman akan dipakainya mengojek. 

Kehidupan Kartini pun semakin sulit. Dan mimpi-mimpi yang dijanjikan Rahman belasan tahun lalu, kini telah dilupakannya sama sekali. Di tengah kebingungan Kartini dalam menghadapi masalah hidup yang menimpa, dia terkejut saat mengetahui Pelangi menyimpan sebuah bakat terpendam, yaitu membuat lagu. Rupanya bakat seni Kartini turun ke putrinya. 

Dan di tengah situasi yang serba mustahil dan kondisi badan yang remuk, Kartini harus berjuang sekali lagi untuk menyelamatkan mimpi putrinya.

Trailer - Bangkit Dari Lumpur


Producer : Gobind Punjabi
Sutradara : Sridhar Jetty dan Irwan Ibon Baihaki
Penulis : -
Produksi : Sentra Film

Shakira (Dewi Persik), penari striptis, bertemu dengan James (Robby Shine) yang kemudian menjadi kekasihnya. Suatu hari secara tak sengaja Shakira menyaksikan pembunuhan di ruang bawah tanah rumah pacarnya. Ternyata, sang kekasih bersama kawan-kawannya menjalankan bisnis penjualan organ tubuh secara ilegal. 

Karena menjadi saksi pembunuhan tersebut, Shakira dibunuh dan dibuang di lumpur Lapindo agar tak terdeteksi. Jantungnya diambil untuk seorang pasien wanita. Saat jantung Shakira mulai berdetak kembali di tubuh gadis lain, ia pun bangkit dari lumpur dan membalas dendam. 

Teror mengerikan mulai terjadi. Shakira memburu pembunuhnya satu persatu untuk menuntut balas kematiannya. Setelah kematian seluruh pelaku pembunuhan, roh Shakira gentayangan mencari James. Apa yang dilakukan James terhadap Shakira, menjadi tanda tanya yang harus diketahuinya.

Trailer - Manusia Setengah Salmon


Producer : Chand Parwez Servia dan Fiaz Servia
Sutradara : Herdanius Larobu
Penulis : Raditya Dika
Produksi : PT. Kharisma Starvision Plus

Ketika ibunya (Dewi Irawan) memutuskan untuk pindah dari rumah semasa dia kecil, Dika (Raditya Dika), seorang penulis, justru berusaha pindah dari hal-hal yang selama ini dia susah untuk lepaskan: cerita cintanya yang lama dengan Jessica (Eriska Rein) hingga hubungannya dengan bapaknya (Bucek). 

Meskipun kurang menyetujui rencana ibunya pindahan, namun Dika tetap membantu. Mereka mencari rumah yang baru, satu demi satu. Pengalaman lucu mereka dapatkan ketika rumah yang mereka kunjungi ternyata tidak ada yang cocok. Satu rumah ada yang jelek banget, rumah lainnya ada kuburan dan bekas orang gantung diri. Mereka sempat putus asa, sampai akhirnya Dika menemukan sebuah rumah, yang menurut ibunya sempurna. Di saat ini juga Dika bertemu dengan Patricia (Kimberly Ryder) seorang cewek nan cantik, dan mulai melakukan pendekatan. 

Masalah timbul ketika sudah pindah rumah, karena Dika tidak menyukai rumah barunya. Kenangan dengan rumah lama masih membekas. Sementara itu, hubungan Dika dengan Patricia juga terganggu, karena mantan Dika, Jessica tanpa dia sadari masih membayang-bayanginya. 

Hal menggelikan terjadi ketika Dika mendapatkan supir (Insan Nur Akbar) yang bau ketek, dan menyebabkan Dika mengalami dilema untuk memecatnya atau mengorbankan paru-parunya. Adik Dika, Edgar (Griff Pradapa), juga bersiap untuk ujian nasional dengan cara-cara yang aneh. Kelakuan bapaknya yang ingin dekat dengannya, tapi melalui cara yang mengesalkan Dika, juga membuat momen tersebut jadi komedi yang mengharukan. 

Dika pada akhirnya menyadari bahwa perjalanannya untuk pindah rumah, juga merupakan perjalanan dia untuk berpindah dari hal-hal yang selama ini menahan dia untuk tumbuh menuju kedewasaan. Ternyata keputusan untuk berkomitmen, adalah keputusan untuk berpindah seperti rombongan jutaan Salmon yang menempuh perjalanan 1.448 km untuk kawin, dibayangi berbagai ancaman predator.

Trailler - Air Mata Terakhir Bunda


Producer : Erna Pelita
Sutradara : Endri Pelita
Penulis : Danial Rifki dan Endri Pelita
Produksi : Rumah Kreatif 23

Tersentralisasi pada dinamika hidup seorang pria bernama Delta Santoso, yang seluruh hidup dan jiwanya diabadikan untuk berterimakasih pada Ibundanya. Pengabdiannya untuk berterimakasih kepada Sang Bunda, tidak pernah surut, apapun situasi dan konflik hidup yang ia hadapi. 

Sebuah kisah cerita nyata, dari keluarga korban lumpur Lapindo dan banyaknya bencana yang menghampiri dari suami yang melarikan diri ke wanita lain tanpa memberi kejelasan status hingga kemiskinan yang membuat Sriyani harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan membiayai sekolah kedua anaknya (Delta dan Iqbal) ia menjadi buruh cuci setrika sambil berjualan lontong kupang, makanan khas kota lumpur Sidoarjo yang ia jajakan sendiri dengan sepeda tuanya. 

Sebuah cerita dari kekuatan, cinta, dan doa Ibu. 

Teaser - Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck



Sebuah Film dari Soraya Intercine Film yang di adaptasi dari buku Buya Hamka. Diperankan oleh beberapa Aktor dan Aktris ternama Indonesia, seperti Reza Rahardian, Herjunot Ali, Choky Sitohang dan Pevita Pearce.

Belenggu - Trailler

Producer : Frederica
Sutradara : Upi
Penulis : Upi
Produksi : Falcon Picture

Sinopsis :

Kisah diawali dengan adegan mimpi: ketakutan berlari di hutan, Elang (Abimana Aryasatya) dijemput Jingga (Imelda Therinne), yang mengendarai Mercedes Benz klasik. Tiba-tiba ia dikelilingi mayat-mayat dan pembunuh berkostum kelinci, Elang terbangun dan lewat sebuah narasi penonton diberi tahu: Jingga adalah kunci dari semua hal mengerikan di kota gila ini. Jingga, pelacur, terobsesi belas dendam pada tiga lelaki yang memperkosanya. Elang terobsesi berprofesi pemain akrobat berkostum kelinci. Ia pernah masuk rumah sakit jiwa karena membunuh anak dan istrinya.

Tokoh satu lagi yang menjadi salah satu alur cerita adalah Ibu Kebaya (Jajang C Noer) yang terbelenggu dengan kematian purtinys, Laras (15 th) dalam sebuah kecelakaan. Ketika jumpa dengan Jingga, ia beranggapan Jingga itu mirip Laras.

Bekerja di sebuah bar, Elang yang penyendiri, bertetangga dengan Djenar (Laudya Chintya Bella), ibu gadis cilik Senja (Avrilla). Suaminya, Guntur (Verdi Solaiman), seorang pelempar pisau yang selalu mengenakan kostum kelinci dalam pertunjukannya.

Jatuh cinta pada Jingga dan bertekad membalas dendam pada lelaki yang memperkosa Jingga, membuat Elang seperti melakukan tiga pembunuhan. Karena itu, ia ditangkap oleh Josef (Arswendi Nasution), polisi. Untuk membuktikan dirinya tak bersalah Elang harus mengungkap rahasia mengerikan yang telah terkubur lama.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kaca Film - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger